7 Langkah Untuk Memulai Investasi Dengan Aman

Jika anda seperti kebanyakan warga Amerika Serikat yang mengamati resesi ini terungkap, anda mungkin mulai melihat keuangan anda semakin lebih dekat. Mungkin anda sudah mulai menabung – tingkat tabungan rumah tangga pribadi orang Amerika telah meningkat dibawah 1% pada tahun 2005 menjadi 6,9% pada bulan Mei sebelum menetap di angka 3% pada tahun lalu. Sekarang anda pasti bertanya-tanya: Bagaimana dengan uang yang sudah saya investasikan? Bagaimana saya memulainya jika saya tidak memiliki banyak modal, dan bagaimana cara saya dalam membatasi resiko tersebut? Dibawah ini adalah 7 langkah yang dapat dilakukan untuk menjadi seorang investor, dengan resiko rendah tentunya.

  1. Menentukan kebutuhan anda

Saat berpikir tentang investasi, anda harus terlebih dahulu berpikir tentang bagaimana mencairkan uang saat anda memerlukannya, atau seberapa cepat anda dapat mengaksesnya. Bagaimana mungkin anda dapat menarik dana sekali lagi? Beberapa investasi yang lebih likuid (seperti rekening tabungan) mudah untuk dikonversikan ke dalam uang tunai daripada yang lainnya (misalnya obligasi yang sering memiliki jangka waktu tertentu). Likuiditas merupakan faktor besar dalam memilih investasi, jadi periksalah situasi keuangan anda dengan cermat sebelum memutuskan untuk maju.

  1. Mengidentifikasi tujuan investasi anda

Apa tujuan anda saat melakukan investasi? Apakah untuk mendanai masa pensiun, kuliah anak anda atau liburan di tahun mendatang? Dengan mengidentifikasi tujuan ini, akan membantu anda untuk menentukan toleransi resiko karena anda akan tahu seberapa lama anda akan menginvestasikan uang tersebut. Investasi jangka panjang memiliki pertimbangan yang berbeda dari investasi jangka pendek. Oleh sebab itu diperlukan pengetahuan tentang tujuan dari investasi anda tentang mana investasi jangka pendek yang menguntungkan sesuai dengan tujuan kita.

  1. Memahami toleransi resiko anda

Setelah anda mengidentifikasi tujuan anda dan seberapa lama anda berencana untuk menginvestasikan uang tersebut, anda juga harus menentukan toleransi resiko. Inilah aturan cepat yang praktis: Semakin tinggi tingkat pengembaliannya, semakin tinggi pula resikonya. Jika anda ingin mendapatkan 15% dari investasi saham tersebut, anda juga harus bersedia untuk menelan kerugian jika saham anda anjlok. Disinilah tujuan anda ikut bermain: Investor jangka panjang hanya bisa naik saat pasar dan aliran dari pasar saham menurun. Jika anda khawatir tentang resiko, pertimbangkan investasi tanpa kehilangan pokoknya – yang berarti anda tidak bisa kehilangan uang yang telah anda investasikan – seperti obligasi atau sertifikat deposito. Investasi ini memiliki tingkat pengembalian yang jauh lebih rendah daripada saham, tetapi mereka dapat membantu anda tidur lebih nyenyak di malam hari.

  1. Secara khusus mempertimbangkan resiko: Inflasi

Merupakan faktor penting untuk dipertimbangkan saat menjadi investor yaitu resiko inflasi. Katakanlah anda menabung untuk masa pensiun anda, dan anda ingin berinvestasi dengan resiko yang rendah. Anda telah menemukan sertifikat deposito yang membayar bunga tetap 3% tanpa kehilangan pokok – tidak buruk, pikirmu. Tetapi bagaimana dengan inflasi? Katakanlah inflasi sebesar 3% yang berarti investasi anda benar-benar berhasil mengimbangi inflasi. Untuk inflasi jangka pendek, itu OK, tetapi jika anda berharap untk masa pensiun suatu hari nanti maka resiko inflasi ini mungkin lebih mendesak daripada fluktuasi pasar saham. Pikirkanlah tentang masa tujuan dan tingkat kenyamanan anda dengan resikonya sebelum mengambil keputusan investasi. Pastikan faktor inflasi saat memproyeksikan hasil investasi anda – inflasi adalah bagian yang disayangkan tetap menjamin hidup.

  1. Mulai dengan nilai kecil

Hanya memiliki sedikit uang untuk berinvestasi setiap bulannya? Ini sebenarnya adalah hal yang baik: investasi bulanan dapat membantu anda keluar dari pasar dan aliran investasi yang mengalami pasang surut sepanjang tahun. Jika anda menempatkan US$ 50 di hari gajian yang nyaris tidak anda perhatikan maka dapat menjadi US$ 600 per tahun, ditambah laba atas investasi. Mulai dengan nilai kecil dapat membantu anda terbiasa untuk melakukan investasi dan bagaimana cara kerjanya serta akan cepat mengungkap kenyamanan anda dengan resiko.

  1. Melakukan pekerjaan rumahmu

Jadi, bagaimana anda memutuskan kemana investasi uang itu akan dialokasikan? Lakukanlah pekerjaan rumahmu. Luangkanlah waktu untuk belajar tentang berbagai bentuk investasi dan bagaimana cara melakukannya, investasi minimum yang diperlukan dan sebagainya. Beberapa reksa dana akan membebaskan atau mengurangi kebutuhan investasi awal jika anda membuat deposito biasa. Cari tahu bagaimana setiap investasi telah dilakukan pada tahun lalu, 5 tahun lalu dan 10 tahun lalu ataupun lebih. Anda kemudian dapat menyesuaikannya dengan kebutuhan likuiditas, tujuan dan toleransi resiko yang telah anda tentukan dalam langkah-langkah sebelumnya untuk melakukan investasi yang tepat.

  1. Mengecek kembali (tetapi jangan terobsesi)

Setelah anda mulai berinvestasi, periksalah kinerja akun anda secara teratur. Jangan terlalu terjebak dalam fluktuasi harian atau bulanan dari tingkat pengembalian investasimu; ingatlah jangka investasi dan tujuan anda. Jika investasi anda terus berkinerja buruk dibandingkan dengan rekan-rekan lainnya, kembali ke meja gambar dan cari tempat untuk berinvestasi. Termasuk investasi anda, saat anda memeriksa anggaran anda secara berkala.

 

Related Posts